Suasana alam Kampung Pugeran
Kampung Pertanian & Tanggap Bencana

Kampung
Pugeran

Kampung bersejarah di jantung Yogyakarta — warisan keraton yang kini tumbuh menjadi komunitas tangguh dengan pertanian perkotaan dan kesiapsiagaan bencana.

Peta & Evakuasi
Navigasi Cepat

Apa yang ingin Anda ketahui?

4Wilayah RWRW 01 s.d RW 04
13Wilayah RTRT 01 s.d RT 13
3Lembaga KemasyarakatanKTB, Poktan, Jagawarga
7FasilitasTempat ibadah, Sekolah, Balai Warga

Pertanian Perkotaan

Hidroponik, Microgreen & Kompos Organik

Tanggap Bencana

Kesiapsiagaan & Peta Evakuasi

Pilar Kampung

Dua Pilar Utama Kampung Pugeran

Menyinergikan kemandirian pangan perkotaan dan kesiapsiagaan tanggap darurat bencana untuk mewujudkan komunitas yang tangguh dan hijau.

Pertanian Perkotaan Kampung Pugeran
Pertanian Perkotaan

Kemandirian Pangan Hijau

Melalui Kelompok Tani "Ngudi Mulyo", Kampung Pugeran aktif memanfaatkan lahan terbatas perkotaan dengan prinsip ketahanan pangan mandiri.

  • "Nandur Opo Sing Dipangan": Gerakan menanam apa yang dikonsumsi untuk kebutuhan harian keluarga.
  • Budidaya Microgreens & Hidroponik: Teknik bercocok tanam modern yang bersih, hemat lahan, dan kaya nutrisi.
  • Pupuk Kompos Mandiri: Pengolahan sampah organik warga menjadi pupuk berkualitas tinggi secara berkelanjutan.
Tanggap Bencana Kampung Pugeran
Tanggap Bencana

Kesiapsiagaan & Ketangguhan Komunitas

Sebagai Kampung Tangguh Bencana (KTB), Kampung Pugeran mengedepankan edukasi proteksi dini dan kesiapsiagaan warga secara mandiri dan kolektif.

  • Edukasi & Simulasi Drills: Pelatihan tanggap darurat secara rutin bagi warga untuk berbagai potensi bencana perkotaan.
  • Peta Jalur & Titik Evakuasi: Pemetaan area aman terdekat seperti Balai RW 09 dan Lapangan Suryodiningratan.
  • Sistem Informasi Darurat: Akses cepat ke BPBD Yogyakarta, SAR, Pemadam Kebakaran, dan posko medis terdekat.
Profil Kampung

Tentang & Sejarah Kampung Pugeran

Warisan Keraton di Tengah Kota. Kampung bersejarah dengan pertanian perkotaan dan kesiapsiagaan bencana.

Kampung Pugeran berada di Kelurahan Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Namanya berasal dari Dalem GPH. Puger, kediaman Gusti Pangeran Haryo Puger, putra ke-20 Sri Sultan Hamengku Buwono VI dengan GKR. Sultan (GKR. Hageng).

Dalem Pugeran terletak di sisi selatan benteng Baluwarti, kawasan yang dahulu menjadi tempat tinggal keluarga dan Abdi Dalem keraton. Jalan Pugeran sendiri dahulu ditanami pohon-pohon Gayam, penanda lingkungan bangsawan yang rapi dan teduh.

Kini, kampung ini memiliki brand unik sebagai Kampung Pertanian Perkotaan & Tangguh Bencana yang didukung oleh Kelompok Tani Ngudi Mulyo dan semangat gotong-royong warganya.

Fasilitas Balai Kampung Pugeran
Kelompok tani kampung Pugeran
Suasana kampung Pugeran

Fasilitas Publik

Balai Kampung Pugeran

Pusat Kegiatan & Kesiapsiagaan Bencana

Sejarah & Timeline

Perjalanan Kampung Pugeran

1

Periode Awal (Zaman Keraton)

Kampung Pugeran berawal dari kawasan permukiman Abdi Dalem dan bangsawan Keraton Yogyakarta di luar benteng Baluwarti. Nama “Pugeran” berasal dari Dalem GPH. Puger, yaitu kediaman Gusti Pangeran Haryo Puger, putra ke-20 Sri Sultan Hamengku Buwono VI dengan GKR. Sultan (GKR. Hageng). Dalem Pugeran terletak di sisi selatan benteng Keraton, di sekitar Jalan Pugeran sekarang. Dahulu, di sepanjang jalan ini tumbuh pohon-pohon Gayam, menandakan kawasan bangsawan yang rapi dan teduh. Pada masa itu, wilayah ini masih menjadi bagian dari sistem permukiman keraton yang menampung keluarga dan abdi dalem kerajaan.

2

Perkembangan

Seiring waktu, khususnya setelah masa kolonial dan kemerdekaan, fungsi permukiman bangsawan di Pugeran mulai berubah. Beberapa Dalem (rumah bangsawan) masih dipertahankan, tetapi banyak lahan di sekitar kawasan tersebut beralih menjadi permukiman warga umum. Secara administratif, Pugeran kemudian menjadi bagian dari Kelurahan Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Masyarakatnya berkembang menjadi komunitas urban dengan kegiatan ekonomi beragam — dari sektor perdagangan, pendidikan, hingga jasa.

3

Masa Kini

Kini, Kampung Pugeran menjadi kawasan yang hidup dan padat di tengah kota Yogyakarta. Jejak sejarah bangsawan keraton masih tampak dari nama kampung, tata letak jalan, dan keberadaan beberapa bangunan Dalem tua yang masih berdiri. Meskipun sudah menjadi pemukiman umum, identitas budaya dan nilai sejarahnya tetap dijaga oleh masyarakat. Kampung ini termasuk kampung berbasis keraton, yang menunjukkan asal-usul toponim dan kaitannya dengan sistem sosial budaya Kesultanan Yogyakarta.